Pages

Senin, 22 Oktober 2012

INTERFACE


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas antarmuka atau interface adalah sebuah titik, wilayah, atau permukaan di mana dua zat atau benda berbeda bertemu; dia juga digunakan secara metafora untuk perbatasan antara benda. Kata interface kadangkala (biasanya dalam bidang teknik) disingkat menjadi “i/f”.
Bentuk kerja dari interface berarti menghubungkan dua atau lebih benda pada suatu titik atau batasan yang terbagi, atau untuk menyiapkan kedua benda untuk tujuan tersebut.
Kata interface juga memiliki arti khusus, yaitu:
• antarmuka pengguna adalah fungsi dan atribut sensor dari suatu sistem (aplikasi, perangkat lunak, kendaraan, dll) yang berhubungan dengan pengoperasiannya oleh pengguna. Antarmuka pengguna (bahasa Inggris: user interface) merupakan bentuk tampilan grafis yang berhubungan langsung dengan pengguna (user). Antarmuka pengguna berfungsi untuk menghubungkan antara pengguna dengan sistem operasi, sehingga komputer tersebut bisa digunakan.
• Dalam elektronik dan teknik komputer, sebuah antarmuka dapat berarti:
o Batasan fisik dari dua subsistem atau alat.
o Sebuah bagian atau sirkuit di beberapa subsistem yang mengirim atau menerima sinyal ke atau dari subsistem lainnya: antarmuka jaringan, antarmuka video, kartu network.
o Sebuah standar yang menjelaskan sebuah himpunan karakteristik yang berfungsi, karakteristik interkoneksi fisik umum, dan karakteristik signal untuk pertukaran data atau signal; antarmuka USB, antarmuka SCSI.
• Dalam telekomunikasi, sebuah titik interkoneksi antara pengguna peralatan terminaldan fasilitas komunikasi komersial.
• Dalam teknik software, ia adalah sebuah spesifikasi dari properti sebuah komponen software yang komponen lainnya dapat bergantung kepadanya: lihat antarmuka (ilmu komputer).
• Dalam kimia, ia adalah permukaan antara dua fase yang berbeda dalah campuran “heterogeneous”.
• Dalam geologi, ia mungkin juga sebuah permukaan atau lapisan “anomalous” antara dua “epoch” geologikal yang berbeda atau jenis batuan.
Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Antarmuka pemakai (User Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka pemakai (User Interface) dapat menerima informasi dari pengguna (user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi.
user interface, berfungsi untuk menginputkan pengetahuan baru ke dalam basis pengetahuan sistem pakar (ES), menampilkan penjelasan sistem dan memberikan panduan pemakaian sistem secara menyeluruh step by step sehingga user mengerti apa yang akan dilakukan terhadap suatu sistem. Yang terpenting dalam membangun user interface adalah kemudahan dalam memakai/ menjalankan sistem, interaktif, komunikatif, sedangkan kesulitan dalam mengembangkan/ membangun suatu program jangan terlalu diperlihatkan.
Pengertian antarmuka ( interface) adalah salah satu layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan sistem operasi. Antarmuka adalah komponen sistem operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna. Terdapat dua jenis antarmuka, yaitu Command Line Interface(CLI) danGraphical User Interface(GUI).
CLI adalah tipe antarmuka dimana pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melalui text-terminal. Pengguna menjalankan perintah dan program di sistem operasi tersebut dengan cara mengetikkan baris-baris tertentu.
Meskipun konsepnya sama, tiap-tiap sistem operasi memiliki nama atau istilah yang berbeda untuk CLI-nya. UNIX memberi nama CLI-nya sebagai bash, ash, ksh, dan lain sebagainya. Microsoft Disk Operating System (MS-DOS) memberi nama command.com atau Command Prompt. Sedangkan pada Windows Vista, Microsoft menamakannya PowerShell. Pengguna Linux mengenal CLI pada Linux sebagai terminal, sedangkan pada Apple namanya adalah commandshell.
GUI adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk ( pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP ( window, icon, menu, pointing device).
Terdapat 6 macam fitur yang terdapat pada antarmuka pengguna telematika. Fitur-fitur itu antara lain:
1. Head Up Display (HUD)
2. Tangible User Interface
3. Computer Vision
4. Browsing Audio Data
5. Speech Recognition
6.Speech Synthesis
Sumber : http://studentsite.gunadarma.ac.id/
PEMBAHASAN
Antarmuka adalah pembatas secara fisik dari dua subsistem atau alat. Antarmuka merupakan sistem operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna. Dalam antarmuka terdapat dua jenis,yaitu CLI(Command Line Interface) dalam program ini dalam menjalankan perintah dengan menggunakan baris-baris, atau perintah dalam bentuk kata-kata.
Sedangkan GUI(Graphical User Interface) cara berinteraksi dalam program ini adalah dengan menggunakan gambar-gambar,ikon,menu,widows. GUI juga menggunakan perangkat penunjuk(pointer).
Antarmuka merupakan suatu bagian yang terpenting dalam perancangan suatu sistem. Dalam merancang antarmuka harus memenuhi tiga syarat, yaitu :
a. Antarmuka harus sederhana
b. Antarmuka harus lengkap
c. Antarmuka harus memiiki kinerja yang cepat
Setiap antarmuka dalah sebuah bahasa pemograman yang sangat kecil. Karena antarmuka menjelaskan sekumpulan objk-objek dan operasi-operasi yang bisa digunakan untuk memanipulasi objek.
Sedangkan elemen-elemen dalam perancangan antarmuka adalah :
a. Mendenifisikan konsep, yaitu mengumpulkan beberapa kebutuhan pengguna dan mendefinisikan desain suatu program secara konseptual.
b. Memvalidasi konsep, yaitu mengevaluasi konseptual desain tersebut.
c. Merancang, yaitu mengevaluasi prototype, menandai dan memperbaiki masalah-masalah yang ditemukan.
d. Pengembangan, yaitu melakukan pengujian secara berkala terhadap desain program yang lebih dahulu dibuat dan desain program yang paling akhir dibuat. Setelah itu menandai dan memperbaiki masalah-masalah yang ditemukan.
Empat tahap utama dalam proses perancangan dan pengembangan antarmuka adalah :
a. Mengumpulkan atau menganalisa informasi dari pengguna
b. Merancang antarmuka
c. Mengembangkan antarmuka
d. Memvalidasi antarmuka

Minggu, 07 Oktober 2012

RAGAM BAHASA INDONESIA

Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian yang bebeda-beda, menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungna pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan serta menurut medium pembicara.


Penyebab-penyebab adanya ragam bahasa disebabkan tiga hal yaitu :
  • Perbedaan wilayah
Setiap daerah mempunyai perbedaan kultur atau daerah hidup yang berbeda seperti wilayah Jawa dan Papua dan beberapa wilayah Indonesia lainnya
  • Perbedaan demografi
Setiap daerah memiliki dataran yang berbeda seperti wilayah di daerah pantai, pegunungan yang biasanya cenderung mengunakan bahasa yang singkat jelas dan dengan intonasi volume suara yang besar. Berbeda dengan pada pemukiman padat penduduk yang menggunakan bahasa lisan yang panjang lebar dikarenakan lokasinya yang saling berdekatan dengan intonasi volume suara yang kecil.
  • Perbedaan adat istiadat
Setiap daerah mempunyai kebiasaan dan bahasa nenek moyang senderi sendiri dan berbeda beda.

Bahasa mengalami perubahan seiring dengan perubahan masyarakat. Perubahan itu berupa variasi-variasi bahasa yang dipakai sesuai keperluannya. Agar banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien, dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu yang disebut ragam standar (Subarianto, 2000). Bahasa Indonesia memang banyak ragamnya. Hal Ini karena bahasa Indonesia sangat luas pemakaiannya dan bermacam-macam ragam penuturnya. Oleh karena itu, penutur harus mampu memilih ragam bahasa yang sesuai dengan dengan keperluannya, apapun latar belakangnya.

Macam-macam ragam bahasa :
  1. Ragam baku adalah ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik. Ragam ini biasa dipakai dalam kalangan terdidik, karya ilmiah, suasana resmi, atau surat resmi.
  2. Ragam cakapan (ragam akrab) adalah ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara bersifat tidak resmi.
  3. Ragam hormat adalah ragam bahasa yang dipakai apabila lawan bicara orang yang dihormati, misalnya orang tua dan atasan.
  4. Ragam kasar adalah ragam bahasa yang digunakan dalam pemakaian tidak resmi di kalangan orang yang saling mengenal.
  5. Ragam lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Ragam lisan dapat kita temui, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah, dan ragam lisan yang non standar, misalnya dalam percakapan antar teman, di pasar, atau dalam kesempatan non formal lainnya.
  6. Ragam resmi adalah ragam bahasa yang dipakai dalam suasana resmi.
  7. Ragam tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual.Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun non standar. Ragam tulis yang standar kita temui dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis non standar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.
  8. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
  9. Ragam bahasa perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa Benyamin s, dan lain sebagainya.
  10. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa Madura, Medan, Sunda, Bali, Jawa, dan lain sebagainya.
  11. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
Macam-macam ragam bahasa yang disebutkan diatas dapat dibedakan lagi menjadi sebagai berikut :
1. Berdasarkan pokok pembicaraan :
  • Ragam bahasa undang-undang
  • Ragam bahasa jurnalistik
  • Ragam bahasa ilmiah
  • Ragam bahasa sastra
2. Berdasarkan media pembicaraan :
a. Ragam lisan yang antara lain meliputi:
  • Ragam bahasa cakapan
  • Ragam bahasa pidato
  • Ragam bahasa kuliah
  • Ragam bahasa panggung
Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
    • Adanya lawan bicara
    • Terikat waktu dan ruang
    • Dapat dibantu dengan mimik muka/wajah, intonasi, dan gerakan anggota tubuh
    • Unsur-unsur dramatika biasanya dinyatakan dihilangkan atau tidak lengkap
b. Ragam tulis yang antara lain meliputi
  • Ragam bahasa teknis
  • Ragam bahasa undang-undang
  • Ragam bahasa catatan
  • Ragam bahasa surat
Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
  • Tidak mengharuskan kedatangan/kehadiran pembaca
  • Diperlukan ejaan atau tanda baca Kalimat ditulis secara lengkap
  • Komunikasi resmi
  • Wacana teknis
  • Pembicaraan di depan khalayak ramai
  • Pembicaraan dengan orang yang dihormati
3. Ragam bahasa menurut hubungan antarpembicara, dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara
    • Ragam bahasa resmi
    • Ragam bahasa akrab
    • Ragam bahasa agak resmi
    • Ragam bahasa santai
    • dan sebagainya

Jumat, 05 Oktober 2012

PRINSIP USABILITY


Prinsip Usability adalah prinsip penggunaan dari sebuah sistem oleh sistem lain yang lebih kompleks. Sistem yang baik merupakan sistem yang selalu dipergunakan secara maksimal oleh pengguna/user sehingga semua kemampuan sistem dapat termanfaatkan. Atau Prinsip Usability adalah kemampuan suatu sistem/perangkat lunak untuk dipelajari,dipahami dan digunakan oleh pengguna. Ketika seseorang menggunakan suatu sistem/ perangkat lunak secara tidak sabar dia juga memulai proses belajar dalam mengingat langkah-langkah pekerjaan yang dia lakukan. Dalam IMK ada pula prinsip penggunaan untuk sebuah sistem yang sering kita sebut dengan usability. Dalam interaksi manusia dan komputer Prinsip Usability terbagi menjadi 6 yaitu :

Human Ability
• Human Capabilities
• Memori
• Proses
• Observations
• Problem Solving

HUMAN ABILITIES

1. BAIK
- Kapasitas Long Term Memory (LTM) tidak terbatas
- Durasi LTM tidak terbatas dan komplex
- Kemampuan memahami tinggi
- Mekanisme konsentrasi powerful
- Pengenalan pola pikir powerful

2.BURUK
- Kapasitas Short Term Memory (STM) terbatas
- Durasi STM terbatas
- Akses yang tidak dapat diandalkan pada STM
- Proses yang cenderung salah
- Proses yang lambat

HUMAN CAPABILITIES

Faktor manusia ini harus diperhatikan, karena dari sinilah desain yang lebih baik didapatkan.
User perlu mengetahui hal-hal berikut dalam merancang :
  1. Penginderaan / Panca indra (Mata, Telinga, Peraba)
  2. Proses informasi
  3. Sistem Motor

PENGLIHATAN / INDRA MATA (VISION)

Konsep penglihatan terdiri dari dua tahap :
  1. Penerimaan stimulus dari luar secara fisik
  2. Pemrosesan serta interpretasi dari stimulus tersebut
a. Kemampuan Penglihatan
• Sensivitas
Luminance : jumlah cahaya yang dipantulkan oleh permukaan objek

• Ketajaman
- Visual acuity : kemampuan manusia melihat objek secara detail
- Sudut pandang (visual angle) : besarnya ruang pandang yang digunakan objek → derajat (degree) / minutes of arc → 1 derajat = 60 minutes of arc

• Pergerakan
- Pola visual dari kata direkam → di-dekoding menurut representasi bahasa → pemrosesan bahasa meliputi analisis sintaks dan semantik terhadap frase dan kalimat
- Mata bergerak terhadap teks → regression

• Kemampuan membaca akan berkurang atau menurun karena usia.

b. Warna
• Warna dikaitkan dengan hue, intensitas, dan saturation
• Hue → panjang gelombang spektrum cahaya
• Intensitas → brightness dari warna
• Saturation → jumlah / kadar putih (whiteness) dalam warna
• Masalah persepsi warna pada cones (sel pada selaput retina yang sensitif terhadap warna) dan ganglion (simpul syaraf)
• 380 (blue) ~ 770nm (red)
• Radiasi dalam spektrum (panjang gelombang cahaya) adalah 400 – 700 nm

PENDENGARAN (HEARING)
• Sistem auditory memiliki kapasitas sangat besar untuk mengumpulkan informasi lingkungan sekitar.

• Dapat mendengar objek apa saja yang ada di sekitar dan memperkirakan kemana objek tersebut akan berpindah Pemrosesan suara.

• Suara memiliki beberapa karakteristik, yaitu :
- Pitch : frekuensi suara (20 – 20.000 HZ)
- Loudness : amplitudo suara (30 – 100dB)
- Timbre : tipe atau jenis suara

• Sistem auditory melakukan filtering suara → kita mengabaikan suara background dan berkonsentrasi pada informasi yang penting.

PERABA (TOUCH)
• Manusia menerima stimuli melalui kulit. Kulit memiliki tiga jenis sensor penerima (sensory receptor), yaitu :
  1. Thermoceptor → merespon panas / dingin
  2. Nociceptor → merespon pada tekanan yang intens, rasa sakit
  3. Mecahanoceptor → merespon pada tekanan

• Keyboard bisa dikaitkan dengan posisi-posisi bentuk tombol, juga pengoperasian yang memerlukan penekanan, ada yang berat atau malah terlalu ringan.

PROSES INFORMASI
Proses informasi pada manusia terdiri dari 3 sistem utama :
1.Perseptual

- Menangani sensor dari luar
- Sebagai buffer untuk menampung masukkan yang diterima dari indera manusia
- Diproses (diterima) untuk diteruskan ke otak (memori)

2.Kognitif : memproses hubungan keduanya

3. Sistem Motor : mengontrol aksi / respon (pergerakan, kecepatan, kekuatan)

MEMORI

• Memori menyimpan pengetahuan faktual dan pengetahuan prosedural.

• Terdapat 4 tipe memori :
1. Perceptual Buffer (Memori Sensor)
- Terbatas kapasitasnya.
- Informasi yang masuk melalui indera tidak semua dapat diproses.




2. Short Term Memory (STM)
- Memori kerja menyimpan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang singkat / sementara pada saat kita sedang melakukan pekerjaan.
- Dapat diakses dengan cepat, namun berkurang secara cepat pula
- Metode digunakan untuk mengukur kapasitas, yaitu berdasarkan :
a. Panjang suatu deret (sequence) yang dapat diingat secara terurut.
b. Kemampuan mengingat kembali item-item secara acak.

Untuk mengukur berdasarkan metode yang pertama :
0     7     1     6     7     6     9     1     5     3

G.A. Miller : 7 +/- 2 ( dari 5 hingga 9) digit
0 7 1   -   6 7 6    -    9 1 5 3 telepon
area         distrik         nomor

  • Kelompok-kelompok digit = Chunk

HEC ATR ANU PTH ETR EET – sekumpulan chunk

Informasinya : dengan memindah karakter akhir ke posisi awal, urutan tersebut akan mudah direcall.

THE CAT RAN UPT HET REE → THE CAT RAN UP THE TREE
  • Bentuk yang sukses dari chunk dikenal dengan CLOSURE.

Proses ini digeneralisasi ke penyelesaian tugas yang ada di STM. Jika subjek gagal untuk melakukan atau ada interferensi maka subjek akan kehilangan jejak dari apa yang telah dikerjakannya dan terjadi kesalahan. Untuk mengukur kemampuan untuk mengingat item secara acak → lebih mudah mengingat item yang baru ( recency effect)

3. Intermediate
Menyimpan untuk ke LTM

4. Long Term Memory (LTM)
- Penyimpanan utama untuk informasi faktual, pengetahuan berdasarkan eksperimen / pengalaman, aturan-aturan prosedur, tingkah laku, dsb.
- Kapasitasnya lebih besar, waktu akses yang lebih lambat, serta proses hilangnya informasi lebih lambat.

Terdapat dua jenis LTM :
a. Memori Episodik : menyimpan “data” kejadian atau pengalaman dam bentuk serial menurut waktu.
b. Memori Semantik : menyimpan record-record fakta, konsep, keahliaan (skills) serta informasi lain yang diperoleh selama hidup dengan terstruktur.

Pemrosesan Memori Jangka Panjang
• Aktivitas :
  1. Menyimpan atau mengingat informasi
  2. Menghilangkan atau melupakan informasi
  3. Memanggil kembali informasi
• Tersimpan karena pengulangan (rehearsal)
• Ebbinghaus → jumlah yang dipelajari berbanding lurus dengan waktu mempelajarinya = total time hypothesis
• Proses melupakan informasi : decay → karena sudah lama berada di LTM sehingga lambat laun akan terlupakan + interference → karena adanya informasi baru yang lama terlupakan.
• Proses memanggil kembali informasi : recall → memanggil kembali secara langsung informasi + recognition → presentasi sejumlah pengetahuan (knowledge) yang terkait sebagai petunjuk.

PENYELESAIAN MASALAH

• Setelah penyimpanan di LTM, kemudian diaplikasikan
• Penalaran (Reasoning) : proses pengambilan kesimpulan mengenai sesuatu atau hal baru dengan pengetahuan yang dimiliki oleh manusia.

Reasoning terdiri dari :
  • Deduktif
- Menarik kesimpulan secara logika dari premis yang diberikan.
- Jika A, maka B.
- Sangat buruk untuk mengkonfirmasikan validitas dan kebenaran.
  • Induktif
- Men-generalisasi dari kasus sebelumnya untuk belajar tentang hal baru.
- Meskipun induksi mungkin tidak dapat diandalkan namun merupakan proses yang berguna.
- Induksi mengakibatkan manusia senantiasa belajar mengenai lingkungan.

  • Abduktif
- Penalaran dari sebuah fakta ke aksi atau kondisi yang mengakibatkan fakta tersebut terjadi.
- Metode ini digunakan untuk menjelaskan event yang kita amati.
- Mungkin tidak dapat diandalkan, namun manusia seringkali menerangkan sesuatu hal dengan cara seperti ini, dan mempertahankan hingga ada bukti lain yang mendukung penjelasan atau teori alternatif.


















Senin, 02 Juli 2012

Pengangguran


BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Perekonomian Indonesia sejak krisis ekonomi pada pertengahan 1997, membuat kondisiketenegakerjaan di Indonesia ikut memburuk. Sejak itu pertumbuhan ekonomi Indonesia jugatidak pernah mencapai 7-8 persen. Bayangkan, pada tahun 1997 jumlah penganggur terbukamencapai 4,18 juta. Selanjutnya, pada 1999 (6,03 juta), 2000 (5,81 juta), 2001 (8 juta), 2002(9,13 juta), 2003 (11,35 juta). Sementara itu, data pekerja dan pengangguran menunjukan pada2001 : usia kerja (144,033 juta), angkatan kerja (98,812 juta), penduduk yang kerja (90,807 juta),penganggur yang terbuka (8,005 juta), setengah penganggur terpaksa (6,010 juta), setengahpenganggur sukarela (24,422 juta)
Pada 2002 : usia kerja (148,730 juta), angkatan kerja (100,779 juta), penduduk yang kerja(91,647 juta), penganggur terbuka (9,132 juta), setengah penganggur terpaksa (28,869 juta),setengah penganggur sukarela tidak diketahui jumlah pastinya. Hingga tahun 2002 saja telahbanyak pengangguran, apalagi di tahun 2003 hingga 2007 pasti jumlah penggangguransemakin bertambah dan mengakibatkan kacaunya stabilitas perkembangan ekonomi Indonesia.
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding denganjumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadimasalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas danpendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinandan masalah- masalah sosial lainnya.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinyayang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yangberkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dankeluarganya.
Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik,keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibatjangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.
Dalam pembangunan Nasional, kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasikebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatankerja. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlukeberpihakan kebijakan termasuk akses, pendamping, pendanaan usaha kecil dan tingkat sukubunga kecil yang mendukung.
Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan PemerintahKabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan danperluasan kesempatan kerja.

RUMUSAN MASALAH
            Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebihkecil dari jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.Selain itu juga kurang efektif informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Fenomenapengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja, yangdisebabkan antara lain perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisisekononi atau keamanan yang kurang kondusif, pengaturan yang menghambat investasi,hambatan dalam ekspor-impor.Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunyadisebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah ke Jakarta. Selain juga diakibatkanbanyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kondisiini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakartabekerja ekstra keras.

BAB II PEMBAHASAN
 DEFINISI PENGANGGURAN
                Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurangdari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaanyang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau parapencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampumenyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena denganadanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehinggadapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
                Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlahpengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaanpendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yangmenyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yangberkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dankeluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Dinegara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" dimana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan olehlebih banyak orang.

JENIS PENGANGGURAN DAN PENYEBABNYA
                Berdasarkan sebab-sebab, pengangguran dapat digolongkan sebagai pengangguranstructural, siklikal, musiman, dan friksional.
Pengangguran Struktural
                Pengangguranstructuraldisebabkan oleh ketidakcocokan antara ketrampilan(kualifikasi) tenaga kerja yang dibutuhkan dan ketrampilan tenaga kerja yang tersedia.Latar belakang ketidakcocokan itu berupa perubahan struktur permintaan-penawarandalam jangka panjang sebagai dampak kemajuan teknologi, perubahan selera, danpersaingan antar perusahaan.
                Misalnya, karena ingin transportasi yang lebih cepat, permintaan terhadap jasakendaraan bermotor meningkat, sedangkan permintaan terhadap jasa tukang becakmenurun. Padahal jumlah tukang becak lebih banyak daripada jumlah pengemudikendaraan. Perubahan permintaan itu menimbulkan ketidakcocokan antara ketrampilanyang dibutuhkan (mengemudi kendaraan) dan ketrampilan yang tersedia (mengemudibecak). Akibatnya, sejumlah tukang becak terpaksa menganggur.

Pengangguran Siklikal
                Pengangguransiklikalberkaitan dengan naik-turunnya aktivitas atau keadaanperekonomian suatu Negara (business cycle). Suatu ketika, perekonomian mengalamimasa pertumbuhan (menaik). Di saat lain mengalami resesi (menurun) atau bahkandepresi. Pada saat krisis ekonomi, daya beli masyarakat mengalami penurunansehingga tingkat permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa juga menurun.Turunnya permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa memaksa produsenmenurunkan kegiatan produksi., termasuk tenaga kerja. Itulah sebabnya, saat krisisekonomi kita menyaksikan banyaknya pegawai atau buruh terkena PHK sehinggamenganggur. Oleh karena itu, pengangguran yang disebabkan oleh menurunnyaaktivitas perekonomian ini sering dinamakanpengangguran siklikal (siklus).
  
Pengangguran Musiman
                Pengangguran musimandisebabkan oleh perubahan permintaan terhadaptenaga kerja yang sifaatnya berkala. Pengangguran seperti ini biasa terjadi pada tenagakerja paruh waktu (part time). Mereka ini direkrut saat ada pekerjaan (proyek) yangmembutuhkan banyak tenaga. Setelah proyek selesai, mereka tidak lagi dibutuhkan dankembali menganggur.
                Contoh penganggur musiman adalah para tukang bangunan. Mereka bekerjaselama ada proyek bangunan, entah berupa gedung atau perumahan. Setelah proyekselesai, tukang itu kembali menganggur sampai ada pekerjaan yang sesuai dengankeahlian mereka.

Pengangguran Friksional
                Pengangguran friksionaldisebabkan oleh pergantian pekerjaan atau pergeserantenaga kerja. Sering kita jumpai tenaga kerja yang berpindah dari satu perusahaan keperusahaan lain, atau berpindah dari jenis pekerjaan tertentu ke jenis pekerjaan lain.Perpindahan itu tidak terjadi begitu saja. Tenaga kerja yang bersangkutan membutuhkansementara waktu untuk mencari pekerjaan atau perusahaan yang cocok. Selama waktupencarian itu, tenaga kerja tersebut menganggur.
                Pengangguran friksional disebut jugapengangguran sukarela(voluntaryunemployment).Berbedea dengan tiga jenis pengangguran sebelumnya, pengangguranini muncul dari kemauan tenaga kerja yang bersangkutan. Ia menganggur untuksementara waktu dalam rangka mencari pekerjaan yang lebih baik, menantang, danmenunjang karir.
                                                         
AKIBAT PENGANGGURAN TERHADAP KEGIATAN EKONOMI
                Pengangguran merugikan bagi orang yang bersangkutan dan bagi masyarakat.Kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh pengangguran antara lain sebagai berikut.


Produktivitas
                Tenaga kerja akan menurun produktivitasnya bila tidak dimanfaatkan.Peningkatan rasa frustasi, patah semangat, dan perasaan tidak berdaya yang terjadipada pengangguran jangka panjang menumbuhkan sikap masa bodoh. Parapenganggur tidak mampu mengelola dirinya sendiri dan tidak mampu secepatnyamenangkap peluang yang ada. Mereka “tidak siap bekerja”. Jadi, pengalaman danpelatihan yang didapatkan sebelumnya dengan biaya yang besar menjadi sia-sia.
                            
Standar Kehidupan
                Bila pekerja menganggur, maka pendapatannya anjlok dan standar kehidupanmenurun. Sebagian pekerja mungkin dapat meminta bantuan kepada pasangannya ataupihak lain untuk membuka usaha, tetapi kebanyakan dari mereka terpaksa harusmelakukan kegiatan penghematan besar-besaran. Bila banyak orang menganggurakibatnya adalah permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa turun. Penurunanpengeluaran masyarakat mengakibatkan pengangguran berikutnya di perusahaan lain.

Penerimaan Negara
                Semakin besar jumlah pengangguran, semakin menurun pendapatan Negaradari pajak penghasilan. Akibat selanjutnya, semakin menurun pula kemampuanpemerintah melayani kebutuhan warganya.          
Aktivitas Ekonomi Keseluruhan
                Pengangguran akan menurunkan daya beli masyarakat, sehingga permintaanterhadap barang-barang hasil produksi berkurang. Hal ini akan menurunkan parapenanam modal atau para pengusaha untuk memperluas usahanya. Akibatnya, aktivitasperekonomian dan pertumbuhan ekonomi akan terhambat.
                                           
Biaya Sosial
                Banyak segi “biaya” yang harus ditanggung oleh masyaakat akibatpengangguran. Terdapat kaitan erat antara peningkatan pengangguran dan kejahatan.Mesyarakat harus menganggung biaya pengangguran melalui peningkatan tugas-tugasmedis yang berkaitan dengan perawatan psikologis, peningkatan kualitas pengamananwilayah, dan peningkatan volume proses peradilan karena meningkatnya tindakkejahatan.

CARA-CARA MENGATASI PENGANGGURAN
                Ada berbagai cara untuk mengatasi pengangguran. Karena terdapat beberapa macampengangguran, maka cara mengatasi pada masing-masing jenis pengangguran itu juga berbeda-beda. Berikut ini akan dibahas cara mengatasi pengangguran pada beberapa jenispengangguran.

            Peningkatan Mobilitas Tenaga Kerja dan Modal
        Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja kekesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang ketrampilannya sehingga dapatmemenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Peningkatan mobilitas dilakukan denganmemindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguranparah. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi masalah pengangguran structural.
            Pengelolaan Permintaan Masyarakat
Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yangmengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalamjumlah yang melimpah.
                     
            Penyediaan Informasi Tentang Kebutuhan Tenaga Kerja
        Untuk mengatasi pengangguran musiman, perlu adanya pemberian informasi yangcepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja. Masalahpengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membukalowongan kerja, atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan ketrampilan yang dimiliki.Masalah tersebut adalah persoalan informasi.
        Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diadakan system informasi yang memudahkanorang mencari pekerjaan yang cocok. System seperti itu antara lain dapat berupapengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. Bisa juga berupa pengenalanprofil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan, kampus, dan balai latihan kerja.

            Pertumbuhan Ekonomi
        Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. Dalamsituasi normal, pengangguran friksional tidak menganggu karena sifatnya hanya sementara.Tingginya tingkat perpindahan kerja justru akan menggerakkan perusahaan untukmeningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan. Selain itu, perusahaan ditantang untuk menciptakan suasana kerja yang membangun sehingga pekerja dapatmeningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain.

            Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja
        Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil danahli. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki ketrampilan ataukeahlian tertentu. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita, mengingat sejumlah besarpengangguran adalah orang yang belum memiliki ketrampilan atau keahlian tertentu.
        Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu digalakkan lembaga yang mendidik tenagakerja menjadi siap pakai. Yang paling penting dalam pendidikan dan latihan kerja itu adalahkesesuaian program dengan kualifikasi yang dituntut oleh kebanyakan perusahaan.

            Wiraswasta
        Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu,pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Masalah menjadi agak terpecahkanapabila muncul keinginan untuk menciptaka lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta.Fakta memperlihatkan cukup banyak wiraswasta yang berhasil. Akan tetapi, wiraswasta punbukan hal yang mudah .
        Kendala utama wiraswasta adalah modal dan peluan. Seseorang yang memilikiketrampilan dan keahlian tertentu tidak sanggup berbuat apapun apabila tidak memilikimodal dan peluang usaha karena bidang usaha yang menguntungkan hampir pasti telahdikuasai oleh perusahaan raksasa. Dengan demikian, upaya menggerakkan wiraswastaperlu disertai keleluasan memperoleh modal dan peluang bisnis.
                                                                               
PENINGKATAN MUTU DAN TENAGA KERJA
                Ada kecenderungan pada lapangan kerja sector modern untuk hanya menerimaangkatan kerja yang siap kerja atau siap pakai dan berpengalaman untuk menjadi karyawannya.Sementara angkatan kerja muda tamatan sekolah menengah ataupun perguruan tinggi padaumumnya belum mempunyai kesiapan dan pengalaman.
                Rendahnya mutu kerja tidak hanya mengakibatkan rendahnya produktivitas kerja danpenghasilan, tetapi juga menyulitkan pengolahan sumber daya yang melimpah. Indonesiasebenarnya memiliki keunggulan komparatif di bidang sumber daya alam. Sayangnya mututenaga kerja Indonesia secara umum belum memadai, sehingga perlu ditingktkan agar jumlahtenaga kerja yang besar itu benar-benar dapat menjadi kekuatan efektif dalam pembangunan.
                Mutu dan kemampuan tenaga kerja tidak hanya berkaitan dengan jumlah angkatan kerjayang perlu dididik dan dilatih, akan tetapi juga berkaitan dengan kesesuaian hasil pendidikandan latihan dengan permintaan lapangan kerja dan persyaratan kerja. Pendidikan formalmerupakan pondasi penting untuk membangun mutu sumber daya manusia di masa yang akandatang. Selain melalui pendidikan formal, peningkatan kualitas sumber daya manusia dapatjuga dilakukan melalui pendidikan nonformal. Kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan mututenaga kerja dapat melalui pendidikan nonformal berikut ini.
Latihan Kerja
Latihan kerja merupakan proses pengembangan keahlian dan keterampilan kerja yanglangsung dikaitkan dengan pekerjaan dan persyaratan kerja.  Dalam kaitannya denganpeningkatan mutu tenaga kerja, latihan kerja dapat berfungsi sebagai suplemen ataupunkomplemen terhadap pendidikan formal.
Pemagangan
Pemagangan adalah latihan kerja langsung di tempat kerja. Jalur pemagangan inibertujuan untuk memantapkan profesionalisme yang dibentuk melalui latihan kerja.
Perbaikan Gizi dan Kesehatan
Perbaikan gizi dan kesehatan perlu dilaksanakan untuk mendukung ketahanan kerja dankemampuan belajar (kecerdasan) dalam menerima pengetahuan baru danmeningkatkan semangat kerja.
Selan itu peningkatan kemampuan teknis melalui jalur-jalur pengembangan sumberdaya manusia perlu diuayakan agar tercipta manusia yang berkualitas dengan cirri taatmenjalankan agama, toleran dan saling menghargai sesame manusia, berwawasankepentingan nasional, berbudi luhur, ulet, tangguh, cerdas dan terampil, produktif,disiplin dan bertanggung jawab, inovatif dan berpandangan jauh ke depan.
                                            
CONTOH PERMASALAHAN
Pengangguran di Indonesia Capai 8,59 Juta

Rabu, 27 Oktober 2010 13:39 WIB | Dibaca 10883 kali
Denpasar (ANTARA News) - Pengangguran di Indonesia kini mencapai 8,59 juta orang atau 7,41persen dari total angkatan kerja di Nusantara sebanyak 116 juta orang.            "Angkatan kerja tersebut didominasi lulusan sekolah dasar (SD) 57,44 juta orang atau 49,42 persen,"kata Dra Suwito Ardiyanto, SH,MH, widyaswara utama Bidang Penempatan Tenaga kerja KementerianTenaga Kerja dan Transmigrasi di Denpasar, Rabu.
          Seusai tampil sebagai pembicara pada Lokakarya Pengembangan Jejaring Kerja Sama Penyuluhan danBimbingan Jabatan, formasi hasil penempatan tenaga kerja "10:3:2" hingga sekarang masih relevan. Ia mencontohkan, apabila terdapat sepuluh orang pencari kerja hanya tersedia tiga lowongan pekerjaan dan dari tiga lowongan itu hanya dua yang bisa diisi, sementara satu lagi tidak bisa dipenuhi akibat tidak memiliki keterampilan.

          Dari segi persaingan internasional hasil survei "World Economic Forum 2010" menunjukkan Indonesiaberada pada peringkat 54 dari 133 negara yang disurvei.
Dibanding dengan negara tetangga seperti Singapura yang menempati peringkat ketiga, Malaysia ke-24, Brunei Darussalam ke-32 dan Thailand ke-36, sehingga kondisi ketenagakerjaan di Indonesia sangatparah.
          Salah satu upaya dalam mengatasi masalah tersebut dengan meningkatkan kualitas penempatantenaga kerja, yakni penempatan tenaga kerja pada jabatan yang tepat. Upaya tersebut dilakukanmelalui meningkatkan peranan penyuluhan dan bimbingan jabatan (PBJ).     Suwito Ardiyanto menambahkan, PBJ mempunyai dua tugas pokok yang sangat penting untukmenempatkan pencari kerja dalam jabatan yang tepat serta menemukan tenaga kerja yang cocokdengan kebutuhan pengguna tenaga kerja.       Untuk menempatkan pencari kerja dalam jabatan yang tepat perlu memahami dunia kerja sertapengetahuan atas jenis-jenis pekerjaa atau jabatan beserta syarat-syaratnya.
          Selain itu mengenali potensi diori, bakat, minat kemampuan dan kualifikasi yang dimiliki pencari kerjaserta mengenali kelemahan yang dimiliki, ujar Suwito Ardiyanto.
(ANT/P003)
Editor: Priyambodo RH


BAB III PENUTUP

KESIMPULAN
Pengangguran di Indonesia kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, banyak sekali terdapatpengangguran di mana-mana. Penyebab pengangguran di ndonesia ialah terdapat padamasalah sumber daya manusia itu sendiri dan tentunya keterbatasan lapangan pekerjaan.Untuk mengatasi masalah pengangguran ini pemerintah telah membuat suatu program untukmenampung para pengangguran. Selain mengharapkan bantuan dari pemerintah sebaiknya kitasecara pribadi juga harus berusaha memperbaiki kualitas sumber daya kita agar tidak menjadiseornag pengangguran dan menjadi beban pemerintah.

SARAN
Kepribadian yang matang, dimanis dan kreatif memiliki tujuan dan visi yng jauh ke depan,berani mengambil tantangan serta mempunyai mindset yang benar. Itu merupakan tuntutanutama yang mendasar di era globalisasi dan informasi yang sangat kompetitif dewasa ini danmasa-masa mendatang. Perlu diyakini oleh setiap orang, kesuksesan yang hakiki berawal darisikap dan mental kita untuk berani berpikir dan bertindak secara nyata, tulus, jujur, sepenuh hati,propesional dan bertanggung jawab. Kebijakan ini dapat diimplementasikan menjadi gerakannasional melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan yang kompeten untuk itu.
Kemudian segera melakukan pengenbangan kawasan-kawasan, khususnya yangteinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dankomunikasi. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis tingkatan.Membangun lembaga social yang dapat menjamin kehidupan pengangguran. Selanjutnyamengaitkan secara erat masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya,seperti sampah, pengendalian banjir dan lingkungan yang tidak sehat. Sampah, misalnya, terdiridari bahan organic yang apat dijadikan kompos dan bahan non-organik yang dapat didaur ulang.


DAFTAR PUSTAKA
Pelajaran EKONOMI 2 , PENERBIT ERLANGGA , RITONGA, dkk.